Soppeng, 9 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja, SMK Negeri 1 Soppeng menyelenggarakan kegiatan Workshop Penguatan Kelembagaan dan Pendampingan Penyusunan Dokumen Mutu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 pada Selasa–Rabu, 9–10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Patiseri SMKN 1 Soppeng ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam proses pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kesatu (LSP P1) yang nantinya akan menjadi lembaga pelaksana sertifikasi kompetensi bagi peserta didik sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Workshop tersebut menghadirkan Ahmad Daud, S.Pi., M.Si. dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkep sebagai keynote speaker sekaligus narasumber utama yang memberikan pendampingan kepada peserta dalam memahami aspek kelembagaan, sistem manajemen mutu, hingga penyusunan berbagai dokumen yang menjadi persyaratan pendirian LSP P1.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen SMKN 1 Soppeng dalam mendukung kebijakan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi. Di era persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, sertifikat kompetensi menjadi salah satu bukti pengakuan terhadap kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan. Oleh karena itu, keberadaan LSP P1 di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memperoleh sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
“Pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan peserta didik untuk lulus dari sekolah, tetapi juga harus memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang diakui secara profesional. Melalui pendirian LSP P1 ini, kami berharap lulusan SMKN 1 Soppeng memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti nyata atas keterampilan yang mereka kuasai.”
— Amir Mahmud, S.Pd., M.M.
Kepala SMKN 1 Soppeng
Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai penguatan kelembagaan LSP, struktur organisasi, tugas dan fungsi pengurus, mekanisme pelaksanaan sertifikasi kompetensi, penyusunan skema sertifikasi, serta penyusunan dokumen mutu yang menjadi salah satu syarat utama dalam proses lisensi LSP oleh BNSP. Selain itu, peserta juga melakukan diskusi dan praktik langsung dalam menyusun berbagai dokumen yang dibutuhkan sehingga proses pendirian LSP dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini diikuti oleh tim pendirian LSP P1 SMKN 1 Soppeng yang terdiri atas unsur pimpinan sekolah dan perwakilan berbagai konsentrasi keahlian. Tim tersebut antara lain Amir Mahmud, S.Pd., M.M. selaku Penanggung Jawab, Muhammad Taqwim Makkuradde, S.Kom., M.M. sebagai Ketua, Akram Fa’iz Ridsma, S.Pd. sebagai Sekretaris I, Nurul Husna Muslimin, S.Pd. sebagai Sekretaris II, serta Rahbiah, S.Pd. sebagai Bendahara.
Selain itu, turut terlibat para anggota yang mewakili berbagai program keahlian seperti Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APH), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain dan Produksi Busana (DPB), Teknik Elektronika Industri, Kuliner, dan Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKCR).
Narasumber menekankan bahwa keberhasilan sebuah LSP tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten. Oleh sebab itu, setiap peserta didorong untuk memahami perannya masing-masing agar lembaga yang dibentuk nantinya mampu menjalankan fungsi sertifikasi secara profesional, objektif, dan akuntabel.
“Keberhasilan sebuah LSP tidak hanya ditentukan oleh dokumen yang lengkap, tetapi oleh komitmen seluruh pengelola dalam menjalankan sistem mutu secara konsisten, profesional, objektif, dan akuntabel.”
— Ahmad Daud, S.Pi., M.Si.
Narasumber Workshop LSP P1
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan, diskusi, dan masukan disampaikan untuk memastikan bahwa setiap tahapan pendirian LSP dapat dipahami dengan baik. Pendampingan yang diberikan juga membantu peserta dalam mengidentifikasi dokumen-dokumen yang perlu disiapkan serta strategi untuk memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh BNSP.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Soppeng menunjukkan keseriusannya dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi. Kehadiran LSP P1 nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Workshop Penguatan Kelembagaan dan Pendampingan Penyusunan Dokumen Mutu LSP P1 ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjalanan SMKN 1 Soppeng menuju sekolah vokasi yang unggul. Dengan dukungan seluruh warga sekolah dan pendampingan dari para ahli, proses pendirian LSP P1 diharapkan dapat berjalan lancar hingga memperoleh lisensi resmi dari BNSP, sehingga sertifikasi kompetensi bagi peserta didik dapat segera dilaksanakan secara mandiri di lingkungan sekolah.








